Bahasan Keenam Senin 15-04-2019
Start 19.58 Wib - 21.56 Wib
MATERI BAHASAN
ENERGI ALAM SEMESTA
PENJABARAN
''Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS: Ar Rahman [55}: 37-38)
Kita awali dgn surah Ar-Rahman
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka"
Q.S Sad : 27
''Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.'' (QS: AL Anbiyaa: 30)
Bibit teori kesatuan alam itu sudah ada sejak lama.
Anaximenes (610-547 SM) dari Yunani Kuno adalah pemikir pertama yang menghubungkan tubuh manusia dengan jagat raya. Tubuh adalah mikrokosmos, sedangkan jagat raya adalah makrokosmos, dan jiwa manusia bagai udara bagi jagat raya. Keyakinan yang sama dimiliki ajaran Budha. Tubuh manusia terhubung dengan alam semesta melalui cakra dasar atau muladhara chakra. Di cakra ini bersemayam energi sakti atau kundalili yang diyakini para yogi sebagai ibu Gayatri atau ibu alam semesta.
Satu kesatuan.
hal penting dalam Teori Quantum adalah bahwa alam semesta sebetulnya satu kesatuan tak terpisahkan. Ketika satu bagian terganggu, bagian lain akan terpengaruh dan pada akhirnya, cepat atau lambat, akan merusak keseimbangan alam semesta. Contoh yang lebih membumi adalah perusakan hutan. Kegiatan ilegal ini akan memengaruhi kondisi tanah, air, udara, kehidupan hewan dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Bahkan memengaruhi ozon dan cahaya matahari dan pada puncaknya adalah memengaruhi kehidupan individu, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat.
Dalam hukum pidana, Teori Quantum ini dengan amat cantik termuat dalam Alquran: “...Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya...” (QS. al-Maidah: 32).
Quantum kebaikan
Teori bahwa setiap hal yang terjadi di alam semesta ini saling berhubungan satu sama lain, sangat dekat dengan ajaran al-Qur’an tentang penyebaran kebaikan. Di surat al-Isra’ ayat 7 dinyatakan: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.” Ibarat senada dapat ditemukan di beberapa tempat, antara lain di surat Luqman ayat 12: “Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” Dalam bentuk perbuatan yang lebih praktis,
di al-Baqarah 272 disebutkan: “Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, maka itu untuk kamu sendiri.” Hal semakna dapat dirujuk pada al-Ankabut ayat6.
Quantum kebaikan ini adalah rahasia kehidupan yang tidak banyak dipercayai orang. Karena itu banyak orang yang lebih berbahagia menjadi penerima daripada memberi; lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup ini berpusat pada dirinya sendiri; seolah-olah tidak ada hubungan sama sekali dengan orang lain, apalagi dengan lingkungan hidupnya dan alam semesta.
Intinya, apa pun kebaikan harus tetap kita lakukan karena sesungguhnya kita sedang berbuat untuk alam semesta dan kita adalah bagian alam semesta itu. Kebaikan yang diterima orang lain atau lingkungan alam sekitar kita sesungguhnya adalah kebaikan universal, termasuk untuk diri kita sendiri. Setiap bagian dari alam semesta akan bergerak mengimbangi gerakan kebaikan itu dan mengembalikan efeknya pada pembuatnya dalam jumlah yang jauh lebih besar. Alquran mengibaratkannya seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai dan tiap tangkai menghasilkan seratus biji (al-Baqarah: 261)
Sebaliknya, keburukan yang dilakukan pada orang lain dan alam sekitar kita, sesungguhnya adalah kegiatan yang sedang menghancurkan diri sendiri. Akan sangat arif jika kita menjadi seperti orang buta yang senantiasa membawa lampu di malam hari. Ia memang tidak memerlukannya secara langsung, tetapi banyak orang terselamatkan oleh perbuatannya, termasuk ia sendiri.
Berdasarkan ilmu fisika kita diketahui bahwa seluruh energi dialam semesta ini saling berhubungan, saling timbal balik serta saling tarik menarik.
Sedang berdasarkan sudut pandang Secara filosofis yg dinamakan energi sebenarnya tidak hanya sebatas pada hal2 yg bersifat fisik spt energi listrik, energi panas, energi kinetik dll, tetapi lebih dari itu energi dipahami sebagai suatu kekuatan yg menggerakan roda hidup dan kehidupan yg ada di alam semesta termasuk juga pikiran dan kondisi batiniah yg ada dalam diri manusia.
Dengan keberadaan energi yg saling timbal balik dan saling tarik menarik inilah, maka apabila kita pancarkan energi positif baik itu berupa persangkaan yg baik, pikiran yg baik/ optimis, atau selalu khusnudzon, syukur, ikhlas dll, maka sebagai timbal baliknya Alloh akan mengkomando alam semesta utk mengirimkan energi positif juga kepada kita, selanjutnya Mekanisme lingkungan dan alam semesta akan secara otomatis bergerak memberikan kontribusi positif dalam rangka utk mewujudkan apa yg ada dlm pikiran kita.
Hal ini berlaku juga sebaliknya saat kita berfikir negatif maka kita akan mendapatkan kontribusi negatif pula.
Mengapa demikian….??
Semua karena Alloh sudah menetapkan hukum alam/ sunnahtulloh-nya mmg demikian adanya.
.. Di dalam Al Quran sendiri banyak sekali ayat ayat yg selaras dan memberikan penegasan atas konsep tersebut diatas. Diantaranya sebagaimana contoh ayat berikut,
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Ayat ini menjelaskan dan menegaskan tentang respon Alloh terhadap salah satu pikiran positif yakni
“Rasa Syukur”.
“Rasa Syukur”.
Rasa syukur dan visualisasi sebagai dua proses rahasia yang paling kuat untuk membantu satu keinginan mewujud. Ini menegaskan bahwa bersyukur mengangkat frekuensi yang lebih tinggi dan menegaskan bahwa Anda percaya bahwa Anda akan menerima keinginan Anda. Visualisasi dikatakan membantu memfokuskan pikiran untuk mengirim pesan yang paling jelas untuk alam semesta. Beberapa teknik yang diberikan untuk proses visualisasi, orang-orang mengklaim telah menerapkannya dan sukses untuk mewujudkan impian mereka.
Ingatlah bahwa Pikiran sangatlah berdaya dan mempunyai pengaruh yang luar biasa terhadap cara kita menanggapi apa saja dalam kehidupan ini.
Tetapi agar kita bisa benar-benar memahami dan menggunakan Hukum Tarik Menarik, ketahuilah bahwa kita akan bisa menarik ke dalam kehidupan kita apa yang kita inginkan hanya setelah kita mulai merefleksikan keinginan-keinginan ini di dalam kehidupan kita sendiri.
Dengan kata lain, berfikir dan bertindaklah secara positif seperti seseorang yang sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, maka sesuatu yg menjadi keinginan kita itu akan secara otomatis mendatangi kita dg sendirinya.
PENGEMBANGAN DENGAN TANYA JAWAB
➤Law of attraction berjalan tanpa disadari yah
⏩Satu hukum alam non fisik 🙏🏻
➤Apakah disitu energy quantum tanpa disadari sdh mulai bereaksi
⏩Ya seperti itu, bnyak tersirat di Al Quran, tpi lama kalo sy carikan lagi 🤦🏻♂
⏩Contoh :
- jika Thomas Alfa Edison tidak pernah memikirkan sebuah bola kecil yang bisa mengeluarkan cahaya, mungkin kita tidak akan pernah merasakan terangnya lampu
-bila kita berfikir sakit meski badan kita sehat sehat saja maka kitapun benar2 lemah dan rapuh
- secara kebetulan bertemu dengan seseorang yang terlintas dalam ingatan beberapa hari lalu atau secara kebetulan mengalami hal2 yang pernah terlintas dalam fikiran,
- serta tak terhingga jumlahnya orang2 yang rajin tirakat, puasa senin kamis, shalat tahajud dll akhirnya benar-benar tercapai apa yang dinginkan. Coba anda survay disekililing anda
⏩“Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya tarik-menarik (undangan) nya sendiri.”
⏩Ini termasuk alogaritma
➤Dipoint kedua.
Artinya ada korelasi antara affirmasi/ucapan dgn pemikiran. Krn biasanya diawali dahulu dgn afirmasi baru msk ke alam berfikir
⏩Bener, 🙏🏻
➤Iya maz dikit..
Intinya energi alam semesta ini berasal dari manusia..jika pikiran positif energi yg didpt juga positif.tapi jika berpikiran jelek maka yg didapt juga energi yg negatif alias kerusakan atau kehancuran.begitu bukan mas..
⏩Nahh 🙏🏻
➤Berbuat baik..
Berprasangka baik..
Dan bersyukur..
⏩Jika seluruh energi manusia selaras, maka semesta pun sejalan.
Bukankah begitu, tapi iblis masih setia dengan dendamnya
➤Ada kaitannya dgn alam bawah sadar
⏩Mungkin ada yg tahu alam bawah sadar bisa dikunjungi ⇢ Alam mimpi
➤Mksdnya dikunjungi di alam mimpi ?
➤LD kah
⏩Diatas Lucid dream..
⏩Raga masih dialam nyata,
Tapi sukmanya ke alam mimpi.
➤Kayak mimpi dalam mimpi gitukah mas
➤Kita kan cuman bermain/ mengendalikan mimpi, dimana mengetahui alam bawah sadar kita ( LD ) ⏩Bukan sprti itu..
➤Bedakah dgn yg namanya merogosukmo
⏩Bisa hal itu sdh pasti harus ahli raga sukma
⏩Jadi ceritanya gini, ayah teman sy pernah bermimpi, bahwa ia bertemu kakek tua berparas mirip kakeknya (buyut temanku) dan membisikkan pesan dalam bhs jawa kromo inggil. Tapi Bpknya Tmnku ini tak paham apa. Yg dimaksudkan..
Yg ia maksd adalah gerakan tangan kakeknya tsb.
Lantas teman sy cerita pda sy.
Lalu dgn ilmu ttg ke alam mimpi yg baru sejengkal itu sy tekadin.
Ternyata,.. Alam mimpi adalah msh diantara sekat dua alam, antara alam kita dan alam ghaib.
Raga saya tak sadarkan diri saat itu selama 12 hari lebih.
Sy harus menyinkronkan segala sesuatu hingga kembali menemui si kakek tsb.
Dan pesannya adalah tentang usaha turun temurun yg saat ini dikelola bpknya temanku ini pake pelaris dan harus dihentikan, sebab kabar tentang manusia yg bersekutu dgn jin akan sangat tak dikenali oleh Rasulullah.
➤Sangat tak dikenali..ini mengerikan sekali
Kenapa orang msh mau pake pelaris ya
⏩Coba ruqyah pelaku ritual tsb, susah melafalkan 2 kalimah syahadat
⏩Mereka mengimani Allah, tapi tdk dgn Muhammad
➤Tiap jelajah menyita waktu yg lama ya mas, padahal di cerita meraga Sukma yg lain, kebalikan ibarat kita di sana berbulan" disini cuman berapa menit atau jam
⏩Waduh cerita siapa itu 🤦🏻♂
➤V**** di K*****, cerita begitu asyik saat menjelajah, tanpa menyita waktu kita
⏩Coba suruh beliau pahami surah Al-Ashr
⏩Peebandingan waktu antara alam ghaib dan alam manusia itu jauh berbeda.
Atau pahami ayat ini.
“(Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”
As-Sajdah : 5
⏩Yg kita jangkau hnya bbrpa level alam ghaib.
Jika sdh terlalu tnggi maka smkn jauh pula perbedaan waktunya
dan kalau kita bandingkan dengan umur kita hidup didunia ini dengan waktu diakhirat dan kita ambil nilai rata-rata usia hidup manusia pada saat ini yaitu berkisar umur 60-an tahun. Atau kita ambil contoh dari Rasulullah Saw yang hidup sampai usia 63 tahun. maka usia kita hidup didunia ini hanya 1, 5 jam waktu akhirat. subhanallah....
Dengan Rumus sebagai berikut 63 tahun hidup kita di dunia jika kita konversi ke waktu akhirat hasilnya:
= 63 tahun dunia x 1 hari akhirat/ 1.000 tahun dunia = 0,063 hari akhirat x 24 jam ± 1,5 jam
hasilnya ternyata dunia yang sering kita banggakan selama ini dimana didalamnya kita berlomba lomba saling membunuh ,menyakiti, korupsi,selingkuh, berzina. ini hanya bernilai 1,5 jam di akhirat
➤Maaf sebelumnya, waktu rosul Isro mi'raj sekilas saya pernah denger semalam mas, padahal begitu luas penjelajahannya....
Itu bagaimana mas
⏩Itu merupakan kuasaNya mas, tiada yg mustahil bagiNya.
Sdh melanggar hukum ruang dan waktu, secara ilmu dan pengetahuan tak mampu menjangkau.
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil haram ke Al Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
[QS Al-Isra’ : 1]





