Jum'at 25-05-2019
MATERI BAHASAN
REINKARNASI DAN INKARNASI
PENJABARAN
Simpel sih, reinkarnasi bisa dimaknai sebagai
"kembali wujud setelah proses ketiadaan, tapi ruh tak dapat menentukan"
Dalam bnyak riwayat, entah agama dan spiritual lainnya, seseorang yg diberi kesmpatan untuk reinkarnasi adalah manusia pilihan, dan tak semua manusia dapat melakukan ini, meskipun tingkat ilmu, pemahaman, dan spiritualnya tinggi.
Dalam beberapa konsep, reinkarnasi dikaitkan oleh satu teori yaitu (time trap), dan banyak teknologi yg mengembagkan ini (BOHONG).
Sepengetahuan saya, ada salah satu kepercayaan tentang reinkarnasi, bahwa siapa yg dapat ilham tsb, maka manusia itu bisa dikatakan sebagai wujud dewa (mitologi suatu kepercayaan)
Dalam suatu hadits Rasullulah :
Muhammad Rosulullah S.A.W bersabda :
Mintalah fatwa kepada hati nuranimu sendiri, meskipun orang lain telah memberimu fatwa, meskipun orang lain telah memberimu fatwa, meskipun orang lain telah memberimu fatwa …
Yang terbaik adalah yang menentramkan ruhani …
Demikian kata Rosulullah.
..
Sedangkan Inkarnasi sendiri, bisa dikatakan
"sebagai wujud setelah ketiadaan dan dapat memilih seperti apa dan bagaimana wujudnya kembali"
Nah, sepertinya ada peebedaan?
Saya kutip dalam satu Ayat I Timotius 3:16
Alkitab (Injil) berkata:
“Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Mungkin sebagian tak paham atas ayat tsb.
Mari saya luruskan.
Dalam artian, INKARNASI hanya dapat dilakukan, dan dilaksanakan oleh pribadi yang ruhnya terikat oleh Allah Tuhan semesta.
Dalam sisi Islam kita menyebutnya Hablum minallah
Hidupnya ia serahkan hanya untuk beribadah, mengagungkan, bahkan berkasih pada Allah.
Saya kutip lagi dalam Al-Quran.
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا وَعْدَ اللّهِ حَقًّا إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ
Artinya : “ Hanya kepada-Nyalah kamu semuanya akan kembali sebagai janji yang benar daripada Allah, Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.’
(QS. Yunus : 4)
Simpelnya gini.
Reinkarnasi (Hidup lagi, tapi Allah yang tentukan bagaimana dan seperti apa kita nantinya)
Inkarnasi (Hidup lagi, atas ijin Allah kita dapat menetukan bagaimana dan seperti apa kita nantinya)
Simpelnya gini.
Reinkarnasi (Hidup lagi, tapi Allah yang tentukan bagaimana dan seperti apa kita nantinya)
Inkarnasi (Hidup lagi, atas ijin Allah kita dapat menetukan bagaimana dan seperti apa kita nantinya)
TAMBAHAN MAS RUDI
Buka Surat ke 29 al quran di ayat ke 19-21
Artinya begini
*Dan, apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan pada awalnya dan mengulanginya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.
Katakanlah: “Berjalanlah di bumi, maka gunakan nalarmu untuk mema-hami bagaimana Allah menciptakan pada mulanya, kemudian menciptakannya pada kali yang lain. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Allah mengazab orang yang menghendaki (azab) dan memberikan rahmat kepada yang menghendakinya. Dan, hanya kepada-Nya kamu dikembali-kan.*
Perhatikan dengan seksama ayat tersebut. Pada ayat yang pertama, isi perintah-Nya adalah memperhatikan cara Allah menciptakan manusia. Ya, yang perlu diperhatikan adalah cara Allah menciptakan manusia pada mulanya. Bagaimana? Ternyata, caranya melalui pertemuan sel telur pada wanita dan sel sperma dari pria. Kemudian, keduanya bersatu, membelah diri, dan akhirnya tumbuh menjadi janin di dalam perut ibu. Lalu, lahir ke bumi sesuai dengan garis nasibnya. Ada yang dilahirkan di tengah orang berada, dan ada yang dilahirkan melalui keluarga papa.
Setelah paham tentang penciptaan pada pertamanya, maka kita diminta memperhatikan caranya Allah mengulangi penciptaan itu. Kita diperintah untuk memperhatikan pada penciptaan ulangan, agar kita ngeh, kita paham benar-benar bagaimana proses penciptaan manusia.
Ayat yang kedua, memerintah kita untuk menjelajah bumi ini. Kita diperintah untuk melakukan study tour, atau widya wisata. Untuk apa? Untuk mengerti tentang bagaimana Allah menciptakan pada mulanya, dan menciptakan pada kali lainnya. Coba renungkan dalam-dalam! Seandainya penciptaan pada kali lain itu terjadi setelah dunia ini hancur lebur, ya akan menjadi perintah yang salah. Mengapa? Karena penyelidikan penciptaan itu cukup di bumi ini, baik penciptaan pada mulanya maupun pada kali yang lain. Itu artinya kebangkitan itu di bumi ini. Yaitu, berupa kelahiran kembali. Ya, lahir kembali adalah penciptaan pada kali yang lain. Kalau bumi sudah hancur, maka kita tidak akan dapat melakukan studi tentang kebangkitan. Kita tidak dapat memperoleh pemahaman tentang itu.
Nah, pada penciptaan kali yang lain itulah seorang manusia yang dilahirkan menerima azab atau mendapat rahmat. Azab atau rahmat yang diterimanya itu berdasarkan kehendak orang yang dilahirkan kembali. Jadi, bukan karena kehendak Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan sama sekali tidak merugikan hamba-Nya. Dalam QS 3:117 disebutkan bahwa Allah tidak menganiaya mereka, tetapi mereka yang menganiaya diri mereka sendiri. Sedangkan dalam QS 10:44 disebutkan bahwa, “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, akan tetapi manusia sendiri yang berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.”
Jelas sudah, bahwa bukan Allah yang menghendaki azab bagi manusia. Allah hanyalah menjalankan roda hukum alam yang telah ditetapkan-Nya. Sedangkan manusia itu sendiri adalah bagian dari hukum alam yang telah ditetapkan Tuhan. Karena hukum alam berjalan di bawah kehendak Tuhan, maka seakan-akan pahala dan balasan itu atas Kehendak-Nya. Sayang sekali, dalam berbagai terjemahan, kata man yasyâ’ diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Allah menghendaki. Tentu saja terjemahan demikian melanggar pernyataan Allah bahwa Dia tidak merugikan manusia sedikit pun.
Apabila kita memahami bahwa Allah tidak merugikan manusia sedikit pun, lalu siapa yang membuat ada yang bernasib baik, dan ada yang bernasib buruk? Lalu, mengapa ada orang yang mulus hidupnya dan ada yang tidak luput dari bencana? Apa ada garis tangan seseorang?
Jawabnya, semua itu akibat ulah dan perbuatan orang yang tertimpa bencana itu sendiri. Kalau seseorang bernasib baik maka itu akibat amal kebajikan orang itu sendiri. Amalan kapan? Yaitu, amal baik dan buruk yang pernah dikerjakan pada kehidupan yang lampau. Jadi, takdir baik dan buruk itu digoreskan oleh seseorang pada masa lampaunya. Jika takdir baik dan buruk itu ditetapkan oleh Tuhan di zaman azali, maka itu artinya Tuhan telah berbuat zalim bagi sebagian hamba-Nya. Jika sudah demikian, berarti Tuhan telah pilih kasih terhadap hamba-Nya. Padahal, Tuhan tidak merugikan sedikit pun kepada manusia. Maka, jelas Tuhan tidak menetapkan takdir sebagaimana yang dipahami oleh sebagian besar umat Islam hingga sekarang ini. Maka, kita sekarang ini bukanlah kita yang baru dicipta. Tapi, kita sekarang ini adalah manusia yang telah lahir beberapa kali, bahkan ratusan atau bahkan ribuan kali
PENGEMBANGAN DENGAN TANYA JAWAB
PENGEMBANGAN DENGAN TANYA JAWAB
➤Mengenai reinkarnasi mas,
Mana ruh yg mereinkarnasi, atau ruh2 yg lain ketika tidur misal
⏩Ruh ada 9.
Ruh utama Ruh Idofi (Nyawa) yg memengang kendali manusia masih hidup atau tdk.
Sedangkan ruh yg keluar saat tidur adalah ruh rewani
Ruh ini tdk memiliki peran apapun..
Ruh rewani juga memegang kendali saat ruh keluar dengan sengaja (Raga sukma)
➤Lalu waktu kematian tiba apakah kesembilan ruh tsb keluar dari raga, maaf saya masih belum paham soal ruh
⏩9 ruh tersebut diwakili oleh Ruh Idofi (Nyawa). 9 IN 1
1. Roh Idofi (Roh Ilofi) : adalah roh yang sangat utama bagi manusia. Roh Idofi juga disebut ”JOHAR AWAL SUCI”, karena roh inilah maka manusia dapat hidup. Bila roh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang bersangkutan akan mati. Roh ini sering disebut ”NYAWA”. Roh Idofi merupakan sumber dari roh-roh lainnya pun akan turut serta. Tetapi sebaliknya kalau salah satu roh yang keluar dari raga, maka roh Idofi tetap akan tinggal didalam jasad. Dan manusia itu tetap hidup. Bagi mereka yang sudah sampai pada irodat allah atau kebatinan tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya. Dan ujudnya mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya. Bagai berdiri di depan cermin. Meskipun roh-roh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membedakannya dengan roh yang satu ini. Alamnya roh idofi berupa nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Tentu saja kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai tingkat “INSAN KAMIL”.
2. Roh Rabani : Roh yang dikuasai dan diperintah oleh roh idofi. Alamnya roh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.
3. Roh Rohani : Roh inipun juga dikuasai oleh roh idofi. Karena adanya roh Rohani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Roh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Roh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, yaitu :
• Nafsu Luwamah (aluamah)
• Nafsu Amarah
• Nafsu Supiyah
• Nafsu Mulamah (Mutmainah).
Kalau manusia ditinggalkan oleh roh rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu roh rohani yang mengendalikannya. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan roh rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Roh rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Dimana pandangan kita tempatkan, disitu roh rohani berada. Sebelum kita dapat menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul roh rohani itu.
4. Roh Nurani : Roh ini dibawah pengaruh roh-roh Idofi. Roh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Karena adanya roh ini menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang hatinya. Kalau Roh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjaid gelap dan gelap pikirannya.
Roh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutmainah saja. Maka bila manusia ditunggui Roh Nurani maka nafsu Mutmainahnya akan menonjol, mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.
Hati orang itu jadi tenteram, perilakunya pun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak protes bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama.
5. Roh Kudus (Roh Suci) : Roh yang di bawah kekuasaan Roh Idofi juga. Roh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mau memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi berbuat kebajikan dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.
6. Roh Rahmani : Roh dibawah kekuasaan roh idofi pula. Roh ini juga disebut Roh Pemurah. Karena diambil dari kata ”Rahman” yang artinya pemurah. Roh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial, suka memberi.
7. Roh Jasmani : Roh yang juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. Karena adanya roh jasmani ini maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah, segar dan lain-lainnya. Bila Roh ini keluar dari tubuh, maka ditusuk jarumpun tubuh tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya, maka ujudnya akan sama dengan kita, hanya berwarna merah.
Roh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang, misalnya: malas, suka setubuh, serakah, mau menang sendiri dan lain sebagainya.
8. Roh Nabati : ialah roh yang mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan. Roh ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi.
9. Roh Rewani : ialah roh yang menjaga raga kita. Bila Roh Rewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah seseorang, maka roh rewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya. Jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani yang mengendalikan otak manusia. Roh Rewani ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Jadi kepergian Roh Rewani dan kehadirannya kembali diatur oleh Roh Idofi. Demikian juga roh-roh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Roh Idofi.
➤⏩saya sangat sependapat 👍👍
Allah telah menciptakan segala macam takdir didunia ini, baik takdir baik maupun takdir buruk.
ketika manusia mengalami takdir baik atau mengalami takdir buruk bukan berarti manusia ditakdirkan untuk mengalami takdir baik atau takdir buruk, tetapi karena manusia sendiri yg telah memilih jalan untuk menuju takdir ciptaanNya.
tp sayangnya saya kira sdh byk ditemukan anggapan manusia yg mengatakan bahwa hidup ini katanya sudah ditentukan oleh Allah, padahal kita hidup ini berada diketentuan Allah
➤Jadi ini sebabnya kenapa manusia masih bernafas saat meraga sukma
⏩Iya benar
➤Lalu apakah benar saat tidur jiwa manusia itu dikurung, ntah darimana saya mendengarnya,
⏩Jiwa itu pengertiannya adalah Hati.
Lebih tepatnya pada saat tidur, Ruh rewani keluar dan jiwa manusia tsb dijaga.
Siapa yg jaga, msh ruh idofi sendiri
➤Owwh begitu😅 jadi ada perbedaan antara ruh jiwa sukma dan nyawa
⏩Ruh (Nyawa), Jiwa (Hati), Sukma (Pikiran)
Dimana ssorang ketika meraga sukma, ruh nya keluar atas kehendak pikiran tsb.
⏩Mungkin prnah nntn film fiksi dr strange yg sukmanya kemana² saat ia melawan musuhnya.
Bahasa lainnya (Imajinasi otak yang di visualisasikan oleh ruh)
➤Apakah manusia bisa kehilangan kontrol atas 9 ruh tsb atau putus hubungan dengan 9 ruh tsb
⏩Bisa saja
Contoh orang gila, koma, pingsan, kesurupan.
Kehilangan atau rusaknya watak/karakter
➤Pingsan disini apakah hanya kehilangan kontrol sesaat atau selamanya
⏩Pingsan hanya kehilangan kesadaran, atas gangguan syaraf trtentu, dan msh ruh rewani yg berperan.
➤mantaf neh, jd tau bagian2 roh dan fungsinya.
kalau itu td tentang roh, lalu apakah jasad jg memiliki bagian2nya..?
karena klo sy gak salah dengar, jasad itu ada 2, ada jasad kasar dan ada jasad halus, barangkali bs dijelaskan
⏩Jasad kasar (RAGA) banyak bagiannya, diantaranya Indera, Organ, Tulang, daging, dan darah.
Jasad Halus (Nyawa) sdh termasuk 9 Jenis Ruh, Sukma, Jiwa dan Batin
➤Lalu kalau kerasukan dan kesurupan itu apakah menggangu fungsi jiwa manusia
⏩Kerasukan bisa diartikan jiwanya rentan, batinnya lemah.
Maka dari itu wujud astral menembus raga
➤Minta pnjelasnya yg dimaksud dengan sukma sejati ?
⏩Sukma sejati, adalah Nyawa.
Yang berperan penting atas masih bekerjanya Organ dan indera kita.
➤Terima kasih 🙏
⏩Kita disini ada latihan pengenalan diri (metode islam)
Untuk saling mengenal bagaimana kerja antara Otak, Paru-paru, Jantung, dan Hati
➤Apakah dulur papat limo pancer itu benar adanya, dan dimana letak mereka, kalo melenceng bisa di skip
⏩Sedulur papat (Ketuban, darah, tali pusar, Ari-ari)
4 saudara kita (Qarin) dalam pemahaman islam
➤Ilmu seribu bayangan kalau di naruto 😅
⏩Kayak d film dr strange juga kan itu.
Trmasuk dalam LADUNI juga ini
➤Tapi raga kasar yg nyata mas. Apa levelnya emang sudah beda?
Dua raga di satu waktu, di tempat yg berbeda.
Membelah diri kah
Sigar rogo = membelah diri
⏩Lebih tepatnya menyamar
➤Qarinnya?
⏩Iya benar..
➤Qorin bukanya dah mirip sama wujud asli
⏩Ya gini saya luruskan..
Contoh saya.
Saya me(wujudkan) Qarin saya
Dan bisa berubah bentuk sesuai keingina
➤Jadi bisa ya,saya pikir qorin hanya sosok yang menyesatkan diri
⏩Astaga, pemahaman dari mana
➤Apakah pada level tertentu kita bisa memerintah qorin,
Apakah perintahnya terbantas
Lalu apakah qorin punya perasaan
⏩Saya coba merespon, buar nanti dijelaskan mas iyan lebih lanjutnya.
Perintah tentu terbatas. Semua memiliki batasan.
Qorin adalah diri kita dalam bentuk lain yg tidak terpengaruh oleh kondisi di dunia kita. Ya, tentu punya perasaan. Dia tumbuh kembang seiring dgn kita
Qorin sangat kenal dgn kita, hanya saja seringkali kita yg belum tentu ingin mengenalnya.
⏩Bsa d blg. Qorin adl refleksi dr diri kita. Tngkh lakunya sesuai dgn kita
➤Apakah qorin selalu terhubung dengan kita
⏩Dia selalu terhubung, tapi kita kadang tak bisa terhubung dengannya
➤Sesuai disini maksudnya sama kah
⏩Ya sma plek.. klo kita baik qorin kita y baik. Kita jahat qorin kita pun bgtu
➤bagaimana kita bs melihat atau merasakan atau berinteraksi dengan qorin kita mas
⏩Dengan pengenalan diri
⏩Kenali diri sejati kita
⏩Dn untuk apa kita hidup
➤⏩Nh klo refleksi ya berarti tgl tergantung kita nya
➤Jadi begitu pengertian nya
⏩Klo kta jd org baik qorin kita pun akan menuntun kta ke kebaikan sejati
⏩Klo kita jahat qorin kita pun akan menemani kita melakukan kejahatan
No comments:
Post a Comment